Walikota Pariaman Terima Bantuan Ventilator dari PT KAI

Pariaman,- Walikota Pariaman, Genius Umar menerima bantuan satu unit Ventilator untuk penanganan pasien Covid19 dari Kepala PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) II, Sumatera Barat, Insan Kesuma, Selasa (14/7/2020).

“Pandemi Covid19 Kita tidak pernah tahu kapan virus corona ini akan berakhir, sampai saat ini belum ditemukan vaksin untuk penyembuhanya, dengan adanya bantuan Ventilator dari PT KAI Divre II Sumatera Barat merupakan salah satu upaya membantu dalam percepatan penanganan Covid-19 yang ada di Kota Pariaman” ujar Genius Umar.

DomaiNesia

Walikota mengapresiasi PT KAI Divre II Sumbar, sebagai salah satu BUMN milik pemerintah, yang banyak memfasilitasi dan memberikan bantuan dari BUMN lainya, baik yang ada di Sumbar maupun di luar Sumbar.

Ditambahkan Genius, sedang tahap rehabilitasi Stasiun Kereta Api Pariaman, di depan Pantai Gandoriah, agar PT KAI dapat mempertahankan keaslian bangunan, karena merupakan salah satu cagar budaya yang ada di Kota Pariaman, peninggalan dari Belanda.

Sementara itu Kepala PT KAI Divre II Sumbar, Insan Kesuma selain memberikan bantuan juga berdiskusi  pengembangan dari PT KAI Divre II Sumbar, termasuk jalur Kereta Api jurusan Padang – Pariaman.

Insan Kesuma mengatakan bahwa Kota Pariaman termasuk beruntung, karena dari 19 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Sumatera Barat, kita hanya membantu sebanyak 5 ventilator untuk 5 daerah, dan Kota Pariaman adalah salah satunya.

“Kita juga rencana akan mengganti rel jalur Kereta Api dari Kota Padang ke Kota Pariaman, dalam rangka untuk menjaga performa dari kereta api sendiri, dimana kita akan menambah kecepatanya dari yang biasa 60 Km/jam, menjadi 80 Km/jam, dan karena itu kita perlu menyiapkan segala hal untuk penambahan kecepatan tersebut, termasuk penertiban bangunan di sepanjang jalur kereta api,” jelasnya.

“Karena itu kami juga meminta kepada pak Walikota, umtuk bisa memfasilitasi terhadap masyarakat yang rumah dan lahanya memakai lahan PT KAI untuk kita bebaskan, dan penertiban perlintasan sebidang yang dibuat warga, untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan” tutup Insan Kusuma. (Romelt)