Sosialisai Minim, Pengamat : Pesimis Partisipasi Pemilih PSU DPD akan Sama Pada Pemilu Febuari lalu

SEPUTARSUMBAR, Padang – Asumsi berbagai pihak yang menilai partisipasi pemungutan suara ulang (PSU) DPD RI untuk dapil Sumbar, akan menurun tampaknya mendekati kenyataan.

Pasalnya, beberapa hari jelang pelaksanaan PSU itu sendiri, suasana akan adanya pemilihan ulang itu tidak begitu terlihat.
Di sisi lain, KPU Sumbar selaku penyelenggara PSU juga terkesan diam, bahkan sosialisasi menyangkut PSU itu juga terkesan minim.

Mirisnya lagi komisioner KPU Sumbar juga terkesan lempar bola kepada pihak sekretariat terkait sosialisasi menyangkut PSU tersebut.

“Untuk sosialisasi ataupun kegaitan yang berkaitan untuk PSU itu sudah saya koordinasikan dengan Kabag Teknis di Sekretariat KPU Sumbar,” ungkap Komisioner KPU Sumbar Jons Manedi sebagaimana yang dikutip Arunala.com.

Dia bahkan menyebutkan, untuk sosialisasi tentang PSU itu telah dirancang sebelumnya. Dan segera akan dilaksanakan jelang beberapa hari PSU diselenggarakan.

Sementara itu, Kabag Teknis KPU Sumbar, Sutrisno yang dihubungi Selasa siang (9/7/2024), belum juga ada dibalas, termasuk dihubungi melalui chatingan WhatsApp,

Sebelumnya, pengamat politik dari Universitas Andalas (Unand) Aidinil Zetra, juga memprediksikan banyak faktor yang menentukan antusias pemilih akan berikan hal suaranya di TPS pada PSU nanti.

“Faktor pertama, yakni menyangkut persepsi masyarakat Sumbar terhadap kasus yang berujung pada PSU ini,” kata Aidinil.

Faktor kedua, lanjutnya, apakah masyarakat Sumbar cukup terbuka terhadap pelanggan-pelanggaran etik yang terjadi selama ini.

Faktor berikutnya, yakni penyelenggara sendiri sebagai faktor yang menentukan apakah penyelenggara mampu memenej waktu yang sesingkat itu (45 hari, red) untuk bisa meningkatkan partisipasi masyarakat.

“Sebab dalam menyampaikan informasi secara luas bahwa ini perlu dilakukan PSU, penyelenggara memang dituntut untuk kerja maksimal, karena menurut saya ini pekerjaan berat bagi penyelenggaraan itu sendiri,” ucap Sekretaris Universitas Andalas (Unand) ini.

Sebab, sambungnya, PSU itu dilaksanakan ketika pemilu sudah selesai atau bisa dikatakan orang sudah menutup buku terhadap hal-hal yang berhubungan dengan pemilu 2024.

“Lalu kemudian masih ada pemilu lagi, tentu hal ini menjadikan orang akan bertanya-tanya. Kenyataan ini sangat tidak tergantung kepada efektivitas kinerja penyelenggaraan pemilu,” tukas Aidinil lagi. (arz)

Komentar