Pertanian dan Pariwisata, Skala Prioritas Pembangunan Agam

Agam,-Agam madani dan sejahtera adalah dambaan semua masyarakat Agam, baik yang di kampung halaman maupun di perantauan.

Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan figur yang memahami kondisi masyarakat, dan tak kalah pentingnya, memiliki visi dan misi yang jelas untuk pembangunan ke depan. Lebih dari itu juga bisa melanjutkan program yang telah dibangun oleh bupati sebelumnya.

“Bupati Agam ke depan harus mampu melanjutkan program yang telah dijalankan bupati sebelumnya. Jika masih memulai lagi, maka kapan cita-cita masyarakat madani yang sejahtera akan terwujud,” ujar Taslim Dt Tambogo, SSi, SH, Anggota DPR-RI periode 2009-2014, awal minggu ini di Padang.

Menurut Taslim, ke depan sektor pertanian dan pariwisata harus menjadi skala prioritas pembangunan Agam. “Saat ini sektor pertanian mulai ditinggalkan masyarakat. Ini terlihat dengan makin banyaknya orang Jawa yang jadi petani di kaki Gunung Merapi. Berarti ada yang mesti diperbaiki agar masyarakat kembali tertarik untuk mengolah lahan. Karena, selama ini Agam merupakan daerah penghasil sayuran,” ujar putra Sungai Angek Nagari Simarasok Kecamatan Baso ini.

Untuk sektor pertanian ini, pemerintah harus turun tangan dengan cara menyediakan pemasaran. “Kita akan bikin BUMD dan bangun pusat sayur modern di Kota Padang, Pekanbaru, Batam dan beberapa tempat lainnya untuk menampung hasil pertanian. Inilah yang dilakukan beberapa negara maju, terhadap sektor pertanian,” ujar Taslim menceritakan pengalamannya saat mengunjungi beberapa negara yang sukses di sektor pertanian.

Hal yang tak kalah penting, ujarnya pemerintah juga melakukan pengaturan pola tanam. Hal ini bertujuan agar hasil panen tidak bersamaan dengan daerah lain.

“Harga bakal anjlok, jika waktu panen bersamaan dengan daerah lain. Seperti panen tomat pada Juni tahun lalu, ternyata di Sukabumi juga masa panen. Pada akhirnya, harga akan jatuh. Ini pentingnya peran pemerintah untuk pengaturan pola tanam,” imbuh bakal calon Bupati Agam ini.

Pertanian juga harus ditopang oleh pariwasata, dengan mengembangkan agrowisata atau wisata pertanian. Tak bisa dipungkiri, sektor pariwasata akan menimbulkan multiplier effect terhadap kesejahteraan masyarakat. Hal yang tak kalah penting dengan mengembangkan hilirisasi hasil pertanian dengan industri olahan skala rumah tangga.

Taslim adalah sosok politisi yang cukup memahami kondisi masyarakat Agam dan memiliki visi dan misi yang jelas. Maklum, mantan Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Sumbar ini juga pernah berkiprah sebagai Anggota DPRD Sumbar periode 1999-2004 dan 2004-2009. Lalu menjadi Anggota DPR RI periode 2009-2014 dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Taslim yang pernah viral di pemberitaan lantaran salah satu anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR, namun kemudian mengundurkan diri karena ia mengaku tidak nyaman dengan anggaran ruangan Banggar yang dianggapnya tidak masuk akal.
Selain ia takut terseret dalam kasus mark up anggaran tersebut. Dan, benar saja, Kasus tuduhan korupsi terungkap ke permukaan, setelah dia menyatakan mundur dari Banggar DPR. (Rls/Rom)