PERDOSPARIN Minta Jaringan Kota Pusaka Indonesia Bantu Percepatan Pembentukan Badan Pengelola WT BOS

SEPUTARSUMBAR, Sawahlunto — Pengurus Besar Persatuan Dosen Pariwisata Indonesia (Perdosparin) dan Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) minta Kemendikbud serius urus Pembentukan Pengelolaan Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto (WT BOS)

Febby Dt Bangso, Ketua Umum Perdosparin meningatkan sudah empat tahun Kota Sawahlunto ditetapkan sebagai Kota Warisan Dunia UNESCO, ternyata masih belum memiliki badan pengelola.

“Diketahui, badan pengelola mestinya sudah rampung pada 2020 lalu, namun sampai saat ini belum juga terbentuk, jangan sampai nanti menjadi evaluasi Unesco karena kita dianggap tidak serius,” ujat Febby

Dirjen Kebudayaan harus memastikan Surat Keputusan Presiden harus segera terbit sebelum sibuk dengan tahun politik, Jika Pemerintah Pusat tidak segera membentuk Badan Pengelola (BP) WTBOS.
“WTBOS belum dapat maksimal dikelola, sebab jika hanya Pemko saja secara kewenangan, anggaran dan kebijakan tentu sangat terbatas.

“Untuk itu, kami harap Pemerintah Pusat dalam hal ini Dirjen Kebudayaan sebagi leading sektor agar segera membantu pembemtukan Badan Pengelola. ini juga menjadi harapan pemko Sawahlunto agar pemerintah pusat mempercepat pembentukan badan pengelola WTBOS,” ujar Febby kandidat Doktor Pariwisata ini.

Lebih lanjut , FDB yang biasa disapa awak media sekaligus presedium ketahanan budaya dan masyarakat adat, menyampaikan sebagai informasi, penetapan status Warisan Dunia atas Warisan Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto dilakukan dengan pertimbangan kandungan Nilai Universal Luar Biasa (Outstanding Universal Value), khususnya kriteria II dan IV.

“Kriteria dua adalah tentang adanya pertukaran penting dalam nilai-nilai kemanusiaan sepanjang masa atau dalam lingkup kawasan budaya, dalam perkembangan arsitektur dan teknologi, seni monumental, perencanaan kota dan desain lanskap,” ungkap FDB

Dalam keterkaitannya dengan kriteria dua, keunikan tambang Ombilin itu menunjukkan adanya pertukaran informasi dan teknologi lokal dengan teknologi Eropa terkait dengan eksploitasi batubara di masa akhir abad ke-19 sampai dengan masa awal abad ke-20 di dunia, khususnya di Asia Tenggara.

“Lewat Rakernas Jaringan Kota Pusaka Ke X yang akan dilaksanakan di Semarang tanggal 22 sd 25 Agustus 2023 mendatang kita berharap 73 Kab Kota Yang tergabung bisa memberikan rekomendasi dan mendorong pemerintah pusat segera menerbitkan Surat Keputusan Presiden agar jangan terbengkalai berlarut – larut, dari dua kota yang diajukan, sawahlunto dan Jakarta yang gagal mendapatkan prediket warisan dunia,” ujarnya mengakhiri.

Komentar