PA dan GMNI Bukittinggi Bantu Tandu untuk Relawan Siaga Bencana di Banuhampu Agam

SEPUTARSUMBAR, Bukittinggi – Sangat vital dan jarang diperhatikan banyak pihak dalam menghadapi bencana alam yaitu tandu.

Sehingga itu Persatuan Alumni (PA) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Bukittinggi diapresiasi berbagai kalangan relawan bencana dan relawan aksi cepat tanggal saat menyerahkan bantuan berupa tandu ke relawan siaga bencana di Banuhampu Kabupaten Agam.

Banuhampu termasuk daerah yang terparah dihantam banjir lahar dingin (galodo) beberapa waktu lalu itu.

Penyerahan tandu, bantuan PA dan GMNI itu langsung diserahkan Ketua DPC PA GMNI Bukittinggi Yandri Pribadi kepada relawan siaga bencana d Rabu 19/6-2024 malam.

“Yap, kami tahu tandu adalah sarana vital bagi sahabat relawan bencana di Banuhampu, atas perintah Ketua Persatuan Alumni (PA) Bang Yogi, bantuan tandu harus di serahkan se malam-malam hati, makanya Rabu DPC PA dan GMNI Kota Bukittinggi mengeksekusinya langsung,” ujar Yandri, Jumat 21/6-2024 kepada media di Padang.

Bantuan tandu sebagai alat vital dalam evakuasi korban bencana itu,diterima langsung Hasbullah, Onfialdi dan Zulfa Mahendra mewakili Relawan Siaga Bencana Banuhampu.

“Ini tidaklah banyak, namun setidaknya cukup untuk menolong relawan di lapangan ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam membawa para korban terdampak bencana alam,” ujar Yandri.

Ke depan, kata Yandri, sesuai instruksi Ketua PA GMNI Sumbar Yogi Yolanda, alumni dan kader GMNI berkomitmen akan terus mengupayakan dukungan untuk membantu masyarakat Kabupaten Agam pada umumnya dan daerah terdampak bencana pada khususnya untuk bangkit kembali hingga menjadi Agam yang kuat bermadani.

Hasbullah mengapresiasi PA dan GMNI Bukittinggi yang terus peduli terhadap kondisi daerah yang dilanda bencana.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan berupa 1 buah tandu siaga bencana yang diberikan oleh PA GMNI. Ini memang salah satu perlengkapan yg sangat kami butuhkan, karena sebelumnya tidak mudah mengevakuasi korban bencana yg mengalami cidera karena tidak adanya tandu. Dengan adanya tandu ini, kami berharap tugas kami akan lebih mudah kedepannya,” kata Hasbullah.

Banuhampu dan negeri salingka Gunung Marapi menurut pantauan dan pengamatan para ahli kebencanaan, masih berpotensi galodo.

“Daerah puncak gunung kalah hujan maka ribuan ton pasir yang berasal dari Erupsi akan meluncur ke bawah, kalau tak diperbaiki sungai yang banyak berhulu ke Marapi, maka galodo masih mengancam daerah di sekeliling Marapi,” ujar pemerhati kebencanaan dan ahli geologi Ade Edward beberapa waktu lalu. (adr)

Komentar