Nevi Zuairina: Destinasi Objek Wisata Sumbar Belum Terexsplor Secara Merata

Padang,-Banyak destinasi  objek wisata yang belum terexplor secara merata dan perlu dikembangkan secara profesional di Sumatera Barat untuk menarik minat wisatawan dalam negri maupun wisatawan mancanegara.

Hal ini disampaikan Anggota Komisi VI DPR-RI Fraksi PKS Nevi Zuairina pada reses masa persidangan IV Tahun Sidang 2019-2020 mengatakan destinasi pariwisata Sumatera Barat masih menyimpan potensi besar untuk dikunjungi.

“Salah satu contoh lokasi tujuan wisata yang perlu dikembangkan adalah  pantai Sikabau. Daerah ini sebelumnya merupakan daerah terisolir. Sekarang menjadi  destinasi pariwisata yang indah di Pasaman Barat”, tutur Nevi Selasa 28 Juli 2020.

Meskipun Pantai Sikabu telah mulai di datangi pengunjung, tambah Nevi, objek wisata ini masih perlu beberapa perbaikan sehingga tempat ini layak dijadikan rekomendasi dari mulut-ke mulut.

“Perlu pengembangan seperti peningkatan kualitas kebersihan, tata letak tanaman, Penataan bangunan, dan penataan para pedagang pelaku UMKM perlu ditingkatkan lebih baik lagi” terangnya.

Ditambahkan Nevi, Alam yang sudah sangat bagus ini perlu diimbangi usaha manusia agar menjadi satu susunan tata kelola yang baik, ramah lingkungan dan ramah sosial. Ini tujuannya adalah selain memberikan hasil pendapatan daerah yang baik, Lingkungan terjaga dan Pemandangan yang enak di lihat.

Nevi di masa sidang berikutnya akan menjadikan upaya pengembangan destinasi pariwisata Sumatera Barat ini untuk di aspirasikan kepada pemerintah pusat agar dapat berkolaborasi di berbagai instansi yang berkaitan.

Karena dampak ekonomi dari pariwisata ini merupakan penyumbang pendapatan daerah yang cukup signifikan.

“Saya akan berkomunikasi pada beberapa pihak, stakeholder yang berkompeten untuk pengembangan pariwisata di Sumbar ini. Ini juga merupakan salah satu amanah Anggota DPR untuk menyampaikan aspirasi warga di dapilnya kepada pemerintah pusat agar ada tindak lanjut sehingga ada peningkatan kesejahteraan pada masyarakat di daerah”, tutup Nevi Zuairina.