Nagari Itu Episentrumnya Pembangunan, Erigas : Ayooo Garap Potensinya

SEPUTARSUMBAR, Padang — Akademisi Unand sekaligus pegiat pemberdayaan masyarakat dan nagari di Sumbar Erigas Eka Putra menegaskan kekinian Indonesia tak perlu berburu kehidupan lagi ke kota.

“Kini, Desa Atau Nagari adalah Episentrum Pembangunan sehingga Upaya
pemerintah dalam membangun Indonesia dari pinggiran sudah tepat,” ujar Erigas pada Diskusi Andalas Lawyers Club (ALC) digelar secara hybrid, Sabtu 17 April 2022 kemarin.

Erigas menjadi narasumber di ALC dengan tema “Transformasi Nagari sebagai Garda Terdepan Kemajuan Indonesia: Menelaah Komitmen Pemerintahan Jokowi dalam Membangun Kemajuan Nagariā€.

Andalas Lawyer Club menghadirkan pembicara Wagub Sumbar Audy Joinaldy dan narsumber yang mewakili Walikota Padang. Diskusi dibuka oleh WR3 Unand Insannul Kamil.

Pada paparannya yang lugas, Erigas mengatakan Sumatra Barat kalau dari jumlah Dana Desa yang diterima dibandingkan dana desa di Sumatra, termasuk terkecil.

Dari data Nagari Develompment Center Setiap tahunnya Sumatera Barat Menerima dana desa Rp 932 Miliar lebih, dibandingkan Aceh Rp 4. 9 Triliun lebih, Sumatera Utara Rp 4.452 Triliun lebih, Sumatera Selatan Rp 2.683 Triliun lebih.

Lalu Riau Rp 1, 436 Triliun lebih, Jambi Rp 1.184 Triliun lebih. Bengkulu Rp 1.079 Triliun lebih dan Lampung 2,427 Triliun lebih.

Sementara kata Erigas luasan Provinsi Sumatera Barat itu nomor 3 terluas di Sumatra setelah Sumatera Utara.

“Artinya, karena Nagari sebagai lembaga pemerintahan terbawah sementara dari luasan wilayah cukup luas ada satu nagari satu kecamatan. Sementara dari 928 Nagari dan Desa memiliki 4.262 Jorong. Jadi kalau jorong bisa dijadikan sebagai bagian dari pelaksana Pemerintah dari Nagari yang terdiri masyarakat hukum Adat. Maka Sumbar akan naik penerimaan Dana Desanya menjadi Rp 4.262 Triliun,”ujar Erigas.

Menurut Erigas menempa jorong menjadi pemerintahan terendah atau menjadikan jorong sebagai nagari Ini PR Pemerintah Sumatera Barat dalam rangka meningkatkan Dana Desa dari APBN setiap tahun itu.

“Nagari Development Center (NDC) Unand akan membuat naskah akedimisnya tentang peningkatan Dana Desa kepada Sumbar, semoga dapat dikabulkan,” uajr Erigas.

Terpenting lagi posisi Nagari atau Desa ynag strategis yakni epecentrum pembangunan, peran Mahasiswa dalam membangun Nagari sangat besar peluangannya apalagi didukung dengan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

“Kuliah di luar kampus tapi di Nagari maka mahasiswa akan memberikan warna tersendiri untuk membantu masyarakat di nagari dalam mentranformasi ilmunya dalam bentuk inovasi yang mereka dapatkan di perguruan tinggi untuk pembangunan di Nagari sehingga Nagari merupakan garda terdepan dalam Pembangunan Indonesia kedepan,”ujad Erigas.

Menurut Erigas kalau bisa disebut Nagari itu seperti Negara Mini yang tingkat kompleksitasnya sebenarmya sama dengan Negara.

“Artinya Nagari merupakan episentrum Pembangunan Indonesia, adalah kewajaran dan keharusan. Potensi di Nagari dan ada gelontoran Dana Desa ini menandakan tak usah lagi orang desa beranjak ke kota kalau hanya untuk adu nasib, ” ujar Erigas. (adt)