Kuliah Umum Gubernur Lemhannas RI di SKSG Universitas Indonesia

SEPUTARSUMBAR, Jakarta — Pada 21 November 2022 lalu Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), Andi Widjajanto memberikan kuliah umum tentang geopolitik global dan implikasinya pada ketahanan nasional di Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia. Andi mengatakan bahwa saat ini siapa saja yang menguasai konektivitas maka akan menguasai dunia. Namun, pada saat dunia tersebut masuk pada era konektivitas global, dalam mega proyek tersebut akan terjadi ancaman konflik hegemonik berupa pertarungan antar negara-negara besar. 

“Tentu kita melihat ada pertarungan klasik di konflik itu ada peta petanya, seperti Rusia-Ukraina pertarungan di China-Taiwan dan seterusnya,” kata Andi.

Ketika dunia sudah semakin terkoneksi maka infrastruktur digital juga akan mengikuti. Saat ini dunia sedang mengalami ancaman kelangkaan semikonduktor, bahan ini yang nantinya akan diolah menjadi chip yang dipakai sebagai bagian utama dalam pembuatan infrastruktur digital tersebut. Berbagai macam upaya telah dilakukan oleh beberapa negara untuk menghadapi kelangkaan ini. Pasalnya untuk memproduksi bahan ini diperlukan anggaran yang relatif besar. 

Menurut Andi, dampak yang akan ditimbulkan jika terjadi diskonektivitas yang segera dirasakan adalah volatilitas pertumbuhan ekonomi. “Volatilitas ekonomi harus diselesaikan dengan data per data, produk per produk, komoditas per komoditas.” tambah Andi.

Sebagai contoh, permasalahan yang terjadi ketika bahan pangan pada suatu daerah itu naik harus diselesaikan dengan detail. Andi bercerita ketika diperintahkan oleh Presiden Jokowi mengecek harga telur di Lampung, ia menyampaikan bahwa permasalahan yang terjadi bukan pada supply dan demand akan tetapi pada akses transportasi yang kurang mendukung. Selanjutnya apabila berbicara mengenai ancaman resesi ekonomi global, saat ini Indonesia dipandang sebagai salah satu negara yang bisa mengendalikan ekonomi makro baik moneter maupun fiskal dengan baik. 

Pandangan-pandangan Gubernur Lemhannas RI tersebut disampaikan dalam kuliah umum dengan judul topik “Memperkuat Ketahanan Multidimensi Bangsa” dan dipandu oleh moderator Dr. Margaretha Hanita, S.H., M.Si., dosen Program Studi Kajian Ketahanan Nasional SKSG UI. Acara ini dilaksanakan secara hybrid di Aula Gedung IASTH Lantai 5, Kampus UI Salemba, serta di Zoom Meeting dan Youtube pada Senin (21/11/2022).

Dalam pidato sambutan saat membuka kuliah umum, Direktur SKSG UI, Athor Subroto, Ph.D. mengatakan bahwa situasi saat ini pernah terjadi pada masa lalu, akan tetapi belum tentu akan terjadi di masa depan. Beberapa di antaranya adalah transisi geopolitik dan ekonomi dunia, yang mana hal tersebut akan juga berdampak ke ketahanan nasional. Athor menambahkan bahwa penting untuk kemudian dicarikan strateginya ke depan.

“Saya kira tema yang diangkat dalam kuliah umum ini sangat kekinian sekali dan bermanfaat” ujar Athor.

Ketua Program Studi Doktor SKSG UI, Dr. A. Hanief S. Ghafur, M.Si., mengatakan bahwa banyak dari disertasi di program doktor yang terkait dengan topik ketahanan nasional. Hal inilah yang mendasari diselenggarakannya kegiatan kuliah umum oleh Gubernur Lemhannas. Hanief menyampaikan kepada mahasiswa doktoral bahwa dalam kuliah umum banyak memberikan perspektif geopolitik dunia dan wawasan nusantara.

Lebih lanjut, Hanief menyampaikan harapannya di depan peserta kuliah umum terkait keberlanjutan kerja sama antara SKSG dan Lemhannas. “Harapannya kerja sama antara SKSG dengan Lemhannas terus diperkuat dan terus dikembangkan kajian tentang ketahanan nasional.” ujar Hanief.

Dalam penyampaian kesimpulannya, Dr. Margaretha Hanita, S.H., M.Si. selaku moderator, menegaskan kembali bahwa perkembangan geopolitik global dalam menghadapi ancaman konflik hegemonik dan ancaman resesi ekonomi global mendorong perubahan besar yang menuntut adaptasi. Selain itu, dinamika politik, militer, ekonomi, dan lingkungan berpotensi membuat resesi semakin parah. (rel)