Hj. Nevi Zuairina Menghadiri Pengangkatan Datuak di Batang Tabik Balai Jaring Kota Payakumbuh

SEPUTARSUMBAR, Payakumbuh — Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Sumatera Barat II, Hj. Nevi Zuairina, hadir dengan penuh rasa hormat dalam acara pengangkatan Datuak di Kota Payakumbuh, sebuah peristiwa adat yang telah mengakar kuat selama ratusan tahun.

Dalam dialog di sela-sela acara tersebut, politisi PKS ini memfokuskan perhatiannya pada Komisi VI yang menangani perdagangan, industri, investasi, koperasi, UKM, dan Badan Usaha Milik Negara. Sebagai wakil rakyat, tekadnya adalah mewakili kepentingan masyarakat Sumatera Barat II dengan memperjuangkan kebijakan-kebijakan yang mendukung pembangunan ekonomi dan kesejahteraan.

“Datuak adalah simbol kebijaksanaan dan kepemimpinan turun-temurun yang diwariskan dari generasi ke generasi. Pengangkatan Datuak bukan sekadar upacara adat, melainkan bentuk pelestarian identitas dan nilai-nilai luhur integral dalam masyarakat Minangkabau,” ungkap Nevi.

Sebagai perwakilan daerah, Hj. Nevi Zuairina terus memperkuat komitmennya untuk memajukan Sumatera Barat II. Keterlibatannya dalam pengangkatan Datuak di Kelurahan Batang Tabik merupakan dukungan nyata terhadap inisiatif lokal untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kota Payakumbuh.

Aktivis perempuan PKS ini tidak hanya aktif dalam urusan politik, tetapi juga sebagai pelopor hak-hak perempuan, mendorong partisipasi mereka dalam berbagai aspek kehidupan sosial dan politik.

“Sebagai aktivis perempuan PKS, saya menekankan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan. Mari bersama-sama, lakukan upaya untuk memberdayakan perempuan agar mereka dapat berkontribusi secara maksimal dalam berbagai bidang,” ajak Nevi.

Dalam acara pengangkatan Datuak di Kelurahan Batang Tabik, Hj. Nevi Zuairina memberikan apresiasi kepada masyarakat setempat atas langkah-langkah positif mereka untuk memajukan daerah. Beliau berharap acara semacam ini dapat terus menjadi inspirasi dan membawa dampak positif bagi perkembangan Kota Payakumbuh.

“Mari kita jaga dan lestarikan tradisi luhur ini sebagai bagian dari warisan budaya yang tak ternilai harganya. Saya berharap acara ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kesatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika,” tutup Nevi Zuairina. (Adv)

Komentar