Hargai Pahlawan Ekonomi, Sumbar Butuh Tol

Padang,- Ratusan sopir truk Sumatera Barat tiap hari menyambung nyawa di jalan yang membelah punggung Bukit Barisan.

Kalau naas, pahlawan ekonomi ini menemui ajal di atas roda. Jalan tol, bisa meminilisir kejadian itu, selain memperpendek jarak.

Jalan tol Sumatera pasti dibangun, seperti sirip ikan akan jadi katalisator pertumbuhan ekonomi dan sekaligus kesejahteraan rakyat disekitarnya.

“Sekarang pola distribusi orang dan barang menyebar, maka tol akan mengubahnya menjadi linier dan cepat,” kata Dirut PT Semen Padang Yosviandri, yang didampingi Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan, Oktoweri saat berdiskusi bersama Jaringan Pemred Sumbar (JPS), Rabu (19/2) di Elf Coffee.

Menurut dia, PT Semen Padang sekarang sedang menerima daftar permintaan semen untuk Bengkulu, sementara untuk Sumbar masih belum. Kelak, tol Sumatera akan membujur di punggung bukit barisan bagai tulang ikan, kemudian akan ada sirip-siripnya ke kota-kota di barat dan di timur pulau. Sekarang,

PT Semen Padang jika hendak mengirim klinker ke Dumai, maka harus dengan kapal lewat ke ujung Sumatera di Aceh atau ke Lampung, baru kemudian berbelok ke arah Riau. Tak hanya itu, distribusi kebutuhan harian provinsi-provinsi di Sumatera Tengah didatangkan dari Sumbar, dengan melewati jalur yang sempit, mendaki, berliku.

“Ini berbiaya mahal,” katanya. Tak hanya mahal, tapi para sopir truk bersabung nyawa di jalan. “Sepertinya sepele tapi nyawa sopir itu, yang bisa ribuan itu, harus dihargai, sebab beliau-beliau itulah pahlawan ekonomi,” kata Yosviandri.

Di Sumatera telah dan akan dibangun tol sepanjang 2.704 Km terbagi 24 ruas, prioritas 1.480 Km. Pemerintah mempercayakan pada Hutama Karya. Untuk itu butuh dana Rp250,5triliun. (Rls/Ger)