Gebu Minang Salurkan 3.000 Paket Bantuan untuk Korban Gempa

SEPUTARSUMBAR, Pasaman — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Gerakan Ekonomi dan Budaya Minangkabau (Gebu Minang) Sumatera Barat antarkan langsung paket bantuan yang diperuntukkan kepada korban gempa di Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat, Kamis (17/3).

Selain dari DPW Sumbar, bantuan tersebut juga dihimpun dari DPP Gebu Minang serta DPW DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Selatan dan Sumatera Utara.

Ketua DPW Gebu Minang Sumbar, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano mengatakan, lebih kurang 3.000 paket bantuan yang terhimpun oleh Gebu Minang, diserahkan langsung kepada bupati Pasaman Barat dan bupati Pasaman, yang dipimpin Wakil Ketua Umum DPP Gebu Minang, Irjen Pol (Purn) Marwan Paris serta Ketua DPW Gebu Minang DKI Jakarta, Irjen Pol (Purn) Drs. Syafrizal Ahiar, serta pengurus DPW Gebu Minang lainnya.

“Alhamdulillah bentuk perhatian dunsanak kita yang di rantau maupun di kampung terhadap masyarakat korban gempa di Pasaman dan Pasaman Barat telah kita antarkan ke lokasi. Paket bantuan berupa, selimut, kain sarung, handuk, beras dan bahan makanan,” ungkap Fadly Amran.

Dikatakan Fadly, bantuan untuk korban gempa di Pasaman Barat diserahkan langsung kepada Ketua Gebu Minang Pasaman Barat, Nazar Ikhwan dan Bupati Pasbar H. Hamsuardi, S.Ag. Sedangkan di Pasaman, diserahkan langsung kepada Ketua Gebu Minang Pasaman, Fauzi Azizka dan Bupati, Benny Utama, SH, MM.

“Kami dari Gebu Minang Sumbar selalu mendoakan dunsanak kami yang tertimpa musibah diberikan kesehatan, kekuatan dan kesabaran yang lebih dalam menghadapi musibah ini. Insyaa Allah kami akan terus membantu dunsanak kami yang menjadi korban gempa dalam menjalani masa pemulihannya,” ungkap Fadly.

Senada dengan itu, Marwan Paris berharap, bantuan dari Gebu Minang ini dapat melengkapi kebutuhan para korban gempa saat ini.

“Semoga bantuan yang kami himpun ini dapat meringankan beban para korban gempa ini. Teruslah semangat dan tetap jaga kesehatan,” ungkap.

Sementara itu, Beny Utama merasakan kehadiran Gebu Minang sebagai penguat hati masyarakat yang tertimpa bencana gempa bumi.

Disampaikannya, di wilayah Pasaman korban jiwa 14 orang. Sebanyak 10 ditemukan meninggal, lalu empat orang ditemukan dalam lumpur longsor pascagempa.

“Mulai tanggal 10 masa tanggap darurat sudah dicabut beralih ke transisi darurat. Bantuan yang diberikan Gebu Minang menjadi bukti bahwa kami tak sendiri menghadapi musibah ini. Banyak dunsanak kami yang datang membantu,” tutur Benny. (ms/ald)