Festival Durian Di GPK Sawahlunto Bubar Akibat Kebakaran

SEPUTARSUMBAR, Sawahlunto — Event Festival Durian Pemrov Sumbar yang sedang digelar di Gedung Pusat Kebudayaan Sawahlunto tiba tiba bubar akibat kebakaran yang terjadi pada pukul 10.30 Wib, Kamis (3/11/2022).

Vivi dari Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Holtikultura salah satu panitia menceritakan saat itu 3 orang juri festival durian yakni Dr. P.K. Dewi Hayati, Kuswandi, SP, MSi dan Ir. Ni Luh Putu Indriyani, M.P. sedang melakukan penilaian buah durian yang diikuti oleh 12 kabupaten se-Sumbar dengan 38 jenis durian.

Baru menilai peserta ke-4 juri sudah diteriaki temannya bahwa ada asap dan percikan api dari atas balkon atap. Seketika semuanya mendadak panik dan beehamburan lari keluar.

“Saat itu penilaian baru masuk tahap pertama yaitu bentuk dan ketebalan buah durian, lalu saya melihat ada sedikit asap dari atas. Kemudian mulai muncul api, nah teman saya mulai berteriak menyuruh kita semua keluar. Saya benar benar shock karena apinya begitu cepat membesar dan meruntuhkan plafon atap gedung itu”. Ujar Vivi

Seketika empat mobil damkar diturunkan untuk memadamkan api yang cepat membesar beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Walikota Sawahlunto Deri Asta yang rencananya akan hadir sore hari mengumumkan pemenang lomba festival Durian bersama Gubernur Mahyeldi terpaksa batal.

Deri Asta mengapresiasi kinerja semua pihak yang telah bahu-membahu memadamkan api di Gedung Pusat Kebudayaan yang merupakan gedung cagar budaya peninggalan kolonial Belanda.

“Untuk penyebab secara pasti kita masih menunggu keterangan hasil penyelidikan aparat yang berwenang dalam hal ini Kepolisian, dan rencananya sore ini kita bersama Gubernur Mahyeldi akan menghadiri Festival Durian yang digelar hari ini, namun musibah tak dapat dielakkan,” kata Wako Deri Asta. (monsis)