FDB “KETAHANAN PARIWISATA PADA MASA KRISIS”

SEPUTARSUMBAR, Jakarta — Febby Dt Bangso (FDB), Mahasiswa S3 Program Doktoral Pariwisata STP Trisakti Baru saja menyelesaikan seminar proposal Disertasi tentang Ketahanan Pariwisata Pada Masa Krisis, Studi Kasus Provinsi Bali

FDB, yang Alumni Lemhanas PPRA LXIII ini menjelaskan lebih lanjut kenapa ketahanan pariwisata indonesia itu menjadi sangat penting untuk diteliti sebab belajar dari pengalaman yang pernah ada Pariwisata Indonesia khususnya Bali pernah mengalami beberapa kali masa krisis.

Sektor pariwisata telah menjadi bagian penting dalam peningkatan ekonomi daerah bahkan negara. Beberapa daerah di Indonesia sangat bergantung dengan pertumbuhan sektor ekonomi, sebagai contoh provinsi Bali dalam catatan Badan Pusat Statistik pada tahun 2019 dengan 78% pendapat asli daerah bergantung pada sektor pariwisata.

“Mengamati perkembangan sektor pariwisata, dapat dipahami bahwa sektor pariwisata telah memberikan dampak signifikan pada pemenuhan lapangan pekerjaan, pariwisata juga dianggap sebagai cara menjaga nilai-nilai budaya serta kelestarian lingkungan hidup, bahkan pariwisata juga dianggap sebagai jalan transfer pengetahuan dan teknologi lintas daerah dan negara,” ungkap FDB.

Selama pandemi Covid-19 sektor pariwisata menjadi sektor yang paling terdampak, di Indonesia selama pandemi covid-19 terjadi penurunan hingga 4,5% produk domestik bruto (PDB) akibat terhentinya sektor pariwisata.

Secara khusus berbagai penelitian menyebutkan bahwa tidak optimal dikarenakan rendahnya sumberdaya manusia, tidak adanya keberpihakan politik, belum dianggap pentingnya pariwisata bagi masyarakat, belum adanya sarana dan prasarana yang mumpuni, hingga masih rendahnya akses modal pada sektor pariwisata.

Lebih jauh Febby melihat, konsep ketahanan nasional Indonesia yang telah dikembangkan secara optimal dengan mengamati pelbagai aspek mulai dari geografis, kekayaan alam, demografis, ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya serta pertahanan keamanan, maka pada dasarnya kompleksitas ketahanan pariwisata sangat mungkin disederhanakan.

Sehingga dapat diamati bentuk paling optimal. Pentingnya sektor pariwisata, adanya masalah dalam ketahanan pariwisata, hingga State Of The Art dalam penelitian terkait dengan ketahanan pariwisata, dirasa mungkin untuk melakukan penelitian lebih lanjut.

Secara khusus, dirasa perlu untuk menyusun suatu penelitian dengan berdasarkan kepada tujuan sebagai berikut: 1) mengevaluasi dinamika indikator-indikator perubahan dimasa krisis pada sektor pariwisata di Indonesia; 2) menganalisis pola adaptasi sektor pariwisata selama masa krisis di Indonesia; 3) merumuskan strategi ketahanan pariwisata dalam menghadapi masa krisis di Indonesia.; dan 4) menyusun model dan skenario menghadapi masa krisis dalam membentuk ketahanan pariwisata.

“Penelitian ini diharapkan disusun melalui pendekatan kualitatif yang disesuaikan dengan berbagai pendekatan seperti halnya Analisis Jaringan Sosial (Social Network Analysis) dan Analisis Hierarcy Process (AHP). Tahap output penelitian ini adalah menyusun model konseptual kebijakan ketahanan pariwisata yang optimal melalui model skenario,” ujar Febby

Berbagai analisis ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi model kebijakan dan rencana aksi yang mengikutinya, (rel)