FDB Apresiasi , Irjen TM, Tuangku Bandaro Alam Kembalikan Senjata Pusaka Raja Pagaruyung

SEPUTARSUMBAR, Bukittinggi — Febby Dt Bangso mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih yang setinggi – tingginya kepada Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa Tuangku Bandaro Alam dengan kecintaannya yang luar biasa, sebagai simbol terhadap ketahanan budaya dengan mengembalikan tujuh senjata pusaka raja raja Pagaruyung yang beliau rawat selama ini untuk dikembalikan di istana rajo basa pagaruyung.

“Apa yang dilakukan Kapolda ini sangat patut kita apresiasi, karena pusaka-pusaka tersebut simbol kebesaran dan marwah Kerajaan Pagaruyung,” ujar FDB Candidate Doktor Pariwisata, yang juga sedang mengikuti tahap akhir PPRA LXIII LEMHANAS RI, Sabtu (2/7/2022).

Lebih lanjut FDB yang juga Korda Sumatera Barat Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI) menyampaikan apa yang dilakukan oleh TM Tuangku Bandaro sebagai bentuk keteuladanan beliau menjunjung tinggi nilai seni dan nilai sejarah, master pieces yang telah dikembalikan ke istana Pagaruyung harus dijaga dan dirawat dengan baik, bila perlu ada naskah atau literasi tentang benda benda bersejarah yang maha karya tersebut.

Sehingga bisa menjadi nilai tambah bagi orang yang berkunjung ke Sumbar khususnya ke Pagaruyung, dan bila perlu dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan dan edukasi senjata tradisional dan pusaka, istana pagaruyung bisa gelar pameran keris dan senjata traditional raja – raja se Nusantara

“Selaku ninik mamak kita juga merasa malu hati karena masih banyak diantara kita yang mengkoleksi benda benda pusaka bernilai sejarah dan masih mencintai untuk dikoleksi secara pribadi dari pada dikembalikan pada tempat yang sepantasnya keris atau benda pusaka itu berasal. Kita juga merasa miris sebab masih banyak benda benda pusaka asli kita yang berpindah tangan dan kini ada di museum Singapore,” ungkap Febby

FDB juga menyampaikan perlu kecerdasan Pemda Tanah Datar melihat ini suatu peluang untuk pengembangan pariwisata budaya di Sumatera Barat kalau ingin menjadikan Luhak Nan Tuo sebagai pusat budaya Minangkabau.

FDB juga meyakini 7 buah senjata pusaka raja raja yang dikembalikan Kapolda memiliki pesan yang sangat dalam, yakni 7 lapis bumi dan 7 lapis langit, adat dan budaya tidak boleh terkikis sebab pergeseran budaya bisa saja membuat kita kehilangan ideologi.

“Terimakasih pak kapolda , terimakasih Tuangku Bandaro Alam,” tutup FDB