Faktor Bencana Alam Picu Kenaikan Kemiskinan di Sumbar

Medi menyatakan bencana alam menjadi faktor utama kenaikan tersebut.

SEPUTARSUMBAR, Padang – Kepala Bappeda Sumbar, Medi Iswandi, mengungkapkan bahwa bencana alam yang terjadi di Sumatera Barat sejak Desember 2023 menjadi faktor utama di balik kenaikan angka kemiskinan di provinsi tersebut.

Meskipun mengakui adanya peningkatan sebesar 0,02% pada tahun 2024, Medi menyatakan bencana alam menjadi faktor utama kenaikan tersebut.

“Memang ada peningkatan, tapi penyebab utamanya adalah bencana,” jelas Medi di Padang, Rabu (3/7/2024).

Dampak bencana tidak hanya dirasakan langsung oleh masyarakat yang terkena bencana, tetapi juga lahan pertanian mereka, mengganggu produksi dan menyebabkan inflasi akibat terputusnya jalur transportasi bahan pokok.

“Tak hanya masyarakat terkena bencana, lahan pertanian mereka pun terkena. Jaringan jalan putus, harga naik,” jelas Medi.

Lebih lanjut, Medi menjelaskan bahwa garis kemiskinan di Sumbar mengalami kenaikan dari Rp 667.925/orang/bulan pada Maret 2023 menjadi Rp 708.416/orang/bulan saat ini.

Sedangkan garis kemiskinan per rumah tangga naik dari Rp 3.660.229/rumah tangga/bulan di tahun 2023 menjadi Rp3.924.625/rumah tangga/bulan di tahun 2024.

Pemerintah Provinsi Sumbar (Pemprov Sumbar) sendiri tidak tinggal diam dan telah mengambil langkah-langkah penanggulangan melalui 19 perangkat daerah dengan 186 sub-kegiatan di masing-masing OPD, didukung dengan anggaran.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar merilis data bahwa jumlah penduduk miskin di Sumbar mencapai 345.730 atau 5,97% pada Maret 2024. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 5.360 orang dibandingkan dengan Maret 2023.

Komentar