Dualisme ASITA Berakhir

SEPUTARSUMBAR, Padang, — Dualisme di tubuh Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (Asita) berakhir dengan dicabutnya gugatan oleh Hasiana dan I Ketut terhadap Ketum Umum DPP Asita Nunung Rusmiati, terkait Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Pencabutan gugatan itu telah diputuskan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, No. 830/Pdt.G/2020/PN.Jkt.Sel, tertanggal 26 November 2021 dan baru diterima 28 Desember 2021.

Ketua DPD Asita Sumbar H. Darmawi bersama Ketua Dewan Penasehat DPD Asita Sumbar, M. Zuhrizul kepada wartawan, Kamis (30/12/2021) menjelaskan dengan pencabutan gugatan terhadap Nunung sebagai Ketua Umum DPP Asita hasil Munas 2019 itu, maka saat ini tak ada lagi lain selain kepemimpinan Ketum Nunung dan DPD Asita Sumbar dipimpin oleh Darmawi dengan Sekretaris Jenderal Nadirsyah Bakri dan Bendahara Ratmiwati.

“Sah, Sejak keluarnya putusan PN Jaksel itu, maka dualisme di tubuh Asita yang terjadi sejak 2 tahun belakangan ini, berakhir sudah. Asita hanya satu dengan Ketua Umum Nunung Rusmiati,” jelas Darmawi, Ketua DPD Asita Sumbar periode 2021-2026. Sejalan dengan pengesahan itu, Darmawi mengajak seluruh anggota Asita Sumbar yang data terakhir pada Musda 2021 lalu berjumlah 251 perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata dan travel agen, untuk kembali merapatkan barisan untuk kemajuan pariwisata Sumbar. Khususnya untuk membangkitkan perekonomian masyarakat dan kesejahteraan anggota Asita sendiri.

“Dengan bersama-sama, kita bisa saling bersinergi. Karena ada anggota Asita itu yang khusus bergerak di bidang bus pariwisata, ada yang di perhotelan, ada yang biro perjalanan dan umroh. Nah, dengan bersatu, maka kita bisa saling suport demi bangkitnya kembali dunia pariwisata yang pastinya juga berdampak pada pelaku UMKM di Sumbar khususnya,” ungkap Darmawi yang sudah di periode ketiga menjadi pengurus DPD Asita Sumbar. Pertama jadi Kwtua Bidang, kemudian Sekjen dan kini diamanahkan jadi ketua DPD.

“Kita perlu menjaga adaik salingka nagari. Agar semuanya jelas sesuai aturan yang berlaku. Dan untuk kebersamaan, kita akan membuka diri kepada seluruh pelaku usaha bidang pariwisata di Sumbar untuk bergabung ke DPD Asita. Mari bersama sama kita besarkan pariwisata Sumbar,” ujar Darmawi.

Ketua Dewan Penasehat DPD Asita Sumbar, M. Zuhrizul yang akrab disapa kalangan media, Mak Etek, menjelaskan bahwa tugas Asita itu adalah, pertama mengumpulkan pengusaha yang bergerak di bidang pariwisata, dan mengaturnya untuk saling bekerjasama. Karena, masing masing pelaku wisata punya program, tapi terkadang tidak punya fasilitas pendukungnya.

“Nah, dengan tergabungnya di dalam satu organisasi, maka bagian dari tugas ketua Asita untuk mengatur anggotanya untuk bersama sama dan saling bersinergi. Dengan begitu, para anggota merasakan manfaat untuk berada dalam Asita ini,” ujar Mak Etek Zuhrizul, owner Lawang Park ini.

Kedua, lanjut Mak Etek, DPD Asita juga berkewajiban memberi masukan pada pemerintah dan stakeholder lainnya untuk membenahi dunia wisata Sumbar. Karena, sebagai pelaku usaha, tentu anggota Asita lebih tahu kondisi lapangan atau keluhan keluhan wisatawan.

“Nah, hal-hal atau kondisi dinlapangan inilah yang disampaikan pada pemerintah ataunstakeholder terkait untuk pembenahan-pembenahan serta perbaikan, apakah pembenahan objek wisata, perbaikan pelayanan terhadap wisatawan maupun perbaikan infrastruktur sehingga wisatawan mendapatkan kenyamanan saat berkunjung ke Sumbar. Bagaimanapun, besarnya tingkat kunjungan, juga sangat berdampak pasa pendapatan daerah,” ungkap Mak Etek.

Selain itu, lanjut Mak Etek, DPD Asita juga bisa membuat roadmap pariwisata Sumbar yang bisa dijadikan oleh pemerintah untuk program pengembangan pariwisata ke depan.

“Karena, dengan telah melandainya pandemi, maka tahun 2022 ini bisa kita jadikan sebagai tahun recovery dunia pariwisata, khususnyandi Sumbar. Karena, bagaimana pun dunia pariwisata punya multiplayer effect yang banyak, baik ke bidang usaha pertanian, perikanan, peternakan, termasuk pada UMKM yangbl bergerak di bidang kerajinan. Karena itu, dengan bersatunya pelaku usaha pariwisata, banyak kontribusi yang bisa diberikan baik kepada daerah, pelaku usaha dan masyarakat,” pungkas Mak Etek. (ms/rob)