“DI MANA KAMI TINGGAL SETELAH INI PAK?”

SEPUTARSUMBAR, Pasamaan Barat,— Gempa berkekuatan 6,1 skala richter mengguncang Pasaman Barat dan Pasaman meninggalkan duka nestapa yang saat ini terus diatasi oleh berbagai elemen yang peduli.

Universitas Andalas (Unand) pun tidak tinggal diam, sore hari pas gempa bumi mengguncang Kajai dan Malampah, Rektor Unand Prof  Yuliandri melepas Tim Peduli Bencana Unand, mulai tim media mapun tim assesmen bangunan.

Sore hari kejadian itu, tim kesehatan UNAND yang dipimpin Dr Rizky Ramahdian, Sp.OT (K), M.Kes langsung terjun ke lokasi untuk menyelamat dan membantu korban yang tertimpa bangunan.

“Hari kedua, Sabtu (26/2/2022), saya melepas Tim Tanggap Darurat, yang dipimpim Dr Ir. Febrin Anas, M.Eng, ke daerah gempa,” ujar Prof Yuliandri.

Dari kerja kemanusian itu, kata Rektor Unand, Kamis 3/3-2022, masing-masing tim telah bertugas secara maksimal sesuai dengan kondisi lapangan yang tersedia.

“Tim medis telah melakukan 15 kali operasi terhadap korban yang patah dan cidera berat. Korban yang tidak bisa dibantu atau perawatan di RSUD Pasaman Barat, telah dikirin ke RS M. Djamil Padang,” ujar Prof  Yuliandri.

Tim tanggap darurat juga melalukan rapid assesment terhadap fasilitas kesehatan, terutama Rumah Sakit pemerintah dan swasta yang terdapat di Simpang Empat.

“Sebelum kedatang tim rapid assesment bangunan UNAND, semua pelayanan kesehatan diadakan di lapangan. Tetapi setelah dilakukan rapid assesmet; beberapa pelayanan sudah dapat dilaksanakan di dalam gedung,” ujar Ketua Tim Febrin Anas kepada media ini.

Pada saat meninjau pasien yang masih dirawat di halaman RSUD Pasaman Barat dan Rumah Sakit Yarsi di Simpang Empat, Rektor UNAND, keluhan pasien pin membuat Prof Dr Yuliandri. meneskan air mata

“….Pak rumah kami sudah roboh dan datar dengan tanah, kemana dan di mana kami tinggal setelah ini Pak, tolong kami Pak…..”ungkap sang korban kepada Prof Yuliandri.

Lain lagi yang disampaikan pasien yang dirawat di RS Yarsi, .

‘…..Pak, terima kasih, baju saya telah tiga hari tidak diganti, hancur semuanya….”. Keluhan korban ini langsung di respon Direktur Rumah Sakit Yarsi, Dr Merri dengan ramah sekali “.

” Maaf ibu, ini luput dari perhatian, segera akan kami penuhi,”ujar Rektor Unand.(adt)