Calon Perseorangan di Pusaran Pilkada Sumbar

Rola Ariska—Pegiat Demokrasi

Pilkada Serentak Tahun 2020 akan diikuti sejumlah daerah di Sumatera Barat, selain Pemilihan Gubernur, terdapat 11 Kabupaten yang akan menggelar pemilihan Bupati/Wakil Bupati, dan 2 Kota dalam Pemilihan Walikota/wakil walikota.

DomaiNesia

Diantaranya adalah Kabupaten Tanah Datar, Sijunjung, Solok, Solok Selatan, Dharmasraya, Pasaman, Pasaman Barat, Agam, 50 Kota, Padang Pariaman, Pesisir Selatan. Serta Kota Bukittinggi dan Solok

Kontestan yang akan berlaga dalam Pilkada Sumbar sudah menampakkan diri satu persatu. Ada yang sudah mendeklarasikan diri untuk maju dengan kendaraan Partai Politik, ada yang memilih untuk melangkah melalui jalur Independen.

Berkendaraan melalui partai politik diartikan sebagai syarat ideal sebuah kontestasi eksekutif daerah, namun tidak selalu menjamin kemenangan kontestan. Ramlan Nurmatias-Irwandi sudah membuktikan keunggulan calon Independen di Sumatera Barat yang terpilih sebagai Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi Pada Pilkada 2015 melalui jalur independen.

Dengan keberhasilan tersebut, Pada Pilkada Tahun ini Genius Umar maju sebagai Calon Wakil Gubernur Sumatera Barat dengan Calon Gubernur Fakhrizal, Mantan Kapolda Sumbar yang tentu sudah memiliki elektabilitas di kalangan warga Sumbar.

Diantara 13 daerah peserta Pilkada Sumbar, Izwaryani Isra Anggota KPU Sumbar mengatakan, terdapat 6 Kabupaten/Kota yang sudah memunculkan calon perseorangan, diantaranya Kota Bukittinggi M. Ramlan Nurmatias, SH – Shahrizal Dt. Palang Gagah.

Kabupaten Lima Puluh Kota Ferizal Ridwan – Nurkhalis dan Maskar M.Dt.Pobo – Masril.
Kabupaten Agam Drs. H. Mishar – Syamsul Bahri, ST. MM.

Kabupaten Pasaman Barat, ada Agus Susanto-Rommy Candra. Kabupaten Solok Hendra Saputra-Mahtuzil Rahmat. Kab. Sijunjung Endre Syaiful – Nasrul

Sementara Pasaman, baru taraf konsultasi pasangan calon. Dan masih menunggu dari Kabupaten Dharmasraya, Tanah datar, Kota Solok, Pessel, Solok Selatan, dan Padang Pariaman jika nantinya akan mengirim calon perseorangan.

Meningkatnya calon perseorangan Pilkada Sumatera Barat Tahun ini dapat menggambarkan menurunnya “Political trust” Partai Politik Sumatera Barat.

Bukan tidak mungkin, masyarakat Sumatera Barat masih merenungi keambiguan partai politik, kepercayaan terhadap partai politik menjadi sesuatu yang mereka anggap sia-sia. Seorang kader partai yang sudah bergelut dengan partai saja dengan sangat mudah loncat menjadi anggota partai A ke B, B ke C dengan tidak konsisten. Apalagi dengan masyarakat yang hanya sebagai pemilih. Dari fenomena tersebut kepercayaan masyarakat kepada Partai Politik menurun. Akan lebih baik mereka menaruhkan kepercayaan kepada Calon Independen tanpa embel-embel Partai Politik.(*)

Komentar