Bincang Santai GET ONE, Gagasan Transformasi ET Minang Banget!!!

SEPUTARSUMBAR, Padang – Tidak pernah bosan nyaris hingga tengah malam, itulah bincang santai Bedah Pemikiran dan Gagasan Erick Thohir untuk Indonesia dari Ranah Minang dengan host Ketua Umum GET ONE Lukman Edy.

Diskusi menghadirkan pemaian dan pelatih sepakbalo nasional Nil Maizar, Peniliti Spektrum Politika sekaligus Akademisi FISIP Unand Andri Rusta dan pengelola beberapa media online Sumbar sekaligus aktifis jurnalis di Sumbar, Adrian Toaik Tuswandi, Kamis 17 Februari 2022 di Ball Room Basko Hotel.
Erick Thohir anak Lampung, pengusaha multinasional pernah menjadi presiden Inter Milan, punya banyak usaha di bidang jurnalis didapuk menjadi Menteri BUMN.

Gagasan Transformasi di BUMN dan Indonesia kedepan menurut Adrian Tuswandi, Erick Thohir adalah minang banget.

“Hanya era Erick Thohir lah BUMN berjimbun digabung (holding), Erick menteri lah yang berani meminta jaksa agung periksa BUMN yang diduga korup, ini jelas pemikirian minangkabau yang buka kulit dan tampak isi,” ujar Adrian Toaik yang juga saat ini Komisioner Komisi Informasi dua periode.

Adrian tegaskan era Erick Thohir Menteri BUMN lewat transformasi-nya itu, pada 2021 Kementerian BUMN menyabet prediket Informatif, yakni posisi tertinggi tentang Ketebukaan Informasi Publik dinilai oleh Komisi Informasi Pusat.

“Transformasi tanpa keterbukaan itu sepeti minum kopi pakai gula, lezat tapi bisa sakit, tapi kalau pakai ketebukaan itu minum kopi pahit, menyehatkan,” ujar Adrian Toaik.
Adrian juga meladeni pertanyaan host Lukman Edy tentang pentingya media pers menuju 2024.

“Bang Lukman Edy jangan salah, Erick Thohir itu like google, apapun yang di-news-kan dari Pak Erick Thohir pasti nangkring di halaman pertama mesin pencari. Dikatrolkah? pastilah tidak karena pemikiran dan gagasan serta aksi Erick Thohir itu nedang dan wao efect” ujar Adrian.

Pentingnya, Tranformasi dengan GET ONE ini pasti akan menjadi pandemi luar biasa ketika media massa atau media sosial like Erick Thohir.

“Sepanjang saya perhatikan, sebagai narsumber Pak Erick Thohir hebat di google itu tidak soal berita negatif dalam tanda kutip, Erick like google tidak karena dibully, tentu kekuatan pers menjadi kapital bagi Erick Thohir menuntaskan cita-citanya,” ujar Adrian yang optimis Erick adalah tokoh bangsa yang komit dengan kebebasan pers kapan dan di manapun Erick Tohir berkiprah. (adt/adl)