Biar Adil, Sebaiknya Kosongkan Gedung KNPI Sumbar

SEPUTARSUMBAR, Padang — KNPI Sumbar akhirnya tetap terbelah setelah dilaksanakannya Musdaprov oleh masing-masing kubu. KNPI versi Doni Harrsiva Yandra pada tanggal 7 November 2021 dan versi Fadli Amran tanggal 8 November 2021. Kedua kubu ini juga saling klaim telah menuntaskan Musdaprov dengan terpilihnya Ketua KNPI Sumbar yang baru. Versi Musdaprov Doni menyatakan Angga Azkarda sebagai ketua sedangan versi Fadli, Nanda Satria.

Sebelum dilaksanakan Musdaprov berbagai pihak telah memberikan masukan. Seperti senior-senior KNPI, dan beberapa OKP agar KNPI Sumbar masing-masing kubu bisa membuka diri, bersatu untuk melaksanakan Musdaprov bersama, demi kepentingan pemuda Sumatera Barat.

Melihat fenomena yang terjadi di tubuh KNPI Sumbar, OKP Gema Keadilan Sumbar yang di Ketuai oleh Reido Deskumar juga memberikan padangan atas terjadinya perpecahan di tubuh KNPI ini.

“Sangat disayangkan saja, KNPI Sumbar tetap terpecah menjadi dua kubu. Harusnya masing-masing kubu melihat dari sisi kesamaan bukan dari perbedaan. Sehingga akan muncul itu yang namanya kesatuan. Semoga dalam waktu yang dekat ada itikad baik dari dua kubu ini untuk islah jadi satu” tuturnya.

Selain itu Reido mengatakan masing-masing kubu memiliki versi sendiri dalam mengakui legalitas yang dimiliki dari pusat. Supaya aman dan tidak ada permasalahan kedepan, semua yang berkaitan dengan anggaran hibah atau semua fasilitas yang diberikan untuk KNPI harus ditahan dulu. Termasuk gedung KNPI Sumbar sampai dualisme ini bersatu.

“Untuk menjaga netralitas dan objektivitas, gedung KNPI Sumbar harus dikosongkan, tidak ada salah satu kubu yang menempatinya sampai dualisme ini jadi satu. Jika tidak, akan timbul ketidakadilan yang membuat perbedaan ini makin tajam. Soal nanti bicara kemubaziran, biarkan OKP-OKP yang nanti beraktivitas disana” tegasnya. (ms)