Agus Suardi Ajukan Diri Sebagai Justice Cllaborator Kasus Korupsi KONI Padang

SEPUTARSUMBAR, Padang — Mantan Ketua KONI Sumbar Non aktif Agus Suardi atau yang lebih dikenal Abien, siap bekerja sama dengan penegak hukum dengan mengajukan diri sebagai Justice collaborator dalam kasus korupsi KONI Kota Padang tahun 2019.

Abin, mantan Ketua KONI Kota Padang yang juga mantan Bendahara Klub Sepakbola Persatuan Sepakbola Padang (PSP Padang), yang kini berstatus Tersangka ini menyebut nama mantan Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansyarullah, kini Gubernur Sumatera Barat, yang waktu itu juga menjabat Ketua Umum PSP Padang turut andil dalam kasus korusi tersebut.

“Mahyeldi terlibat dalam proses mendapatkan bantuan dana hibah dari APBD Kota Padang untuk PSP Padang. Walau sudah dilarang Mendagri melalui Permendagri Nomor 22 Tahun 2011, Mahyeldi selaku Ketua Umm PSP Padang tetap mengajukan permohonan bantuan untuk PSP Padang ke Pemko Padang, dan Mahyeldi selaku Walikota mendisposisi permohonan tersebut dengan kata “setuju dibantu” kepada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Padang,” ungkap Abin kepada sejumlah wartawan di Padang, (Sabtu, 14/05/2022).

Dijelaskan Abin, tahun 2015 sampai 2017, PSP Padang masih mendapatkan bantuan dana hibah langsung dari APBD Kota Padang, dan diterima dengan rekening PSP Padang. Namun, sejak ada larangan dari Mendagri melalui Permendagri Nomor 22 Tahun 2011 2018 PSP Padang tidak lagi mendapat bantuan dana hibah dari APBD Kota Padang.

Karena banyak hutang kegiatan PSP Padang yang harus dibayar, Mahyeldi selaku Ketua Umum PSP Padang mengajukan permohonan bantuan dana hibah ke Pemko Padang tahun 2019, dan Mahyeldi selaku Walikota Padang mendisposisi permohonan tersebut dengan kata “setuju dibantu” kepada BPKAD Kota Padang.

Dan dana tersebut dititipkan di anggaran KONI Kota Padang sebesar Rp500 juta. Tapi, di anggaran KONI Kota Padang tidak ada nomenklatur bantuan untuk PSP Padang.

Dikatakan Abin, kepastian bantuan dana hibah untuk PSP Padang dapat dari APBD Kota Padang tahun 2019 sebesar Rp500 juta dari Andri Yulika, Kepala BPKAD Kota Padang, Kini menjabat Asisten III Setdaprov Sumbar. Kemudian informasi lisan tersebut dilaporkan kepada Mahyeldi selaku Ketua Umum PSP Padang. Karena tidak cukup untuk menutup hutang Kegiatan lama, Mahyeldi menanggapinya dengan berkata, nanti Kita carikan ke pihak ketiga.

Sementara itu, pengacara Abin, Putri Deyessi Rizki SH. menambahkan pengajuan Abin sebagai Justice collaborator hanya untuk membuat kasus ini jadi terang benderang dan siapa sebenarnya yang bertanggung jawab dalam kasus ini.

“Selasa 17 Mei mendatang kita akan serahkan bukti-bukti baru ini ke Kejaksaan Negeri sebagai pertimbangan penegak hukum nantinya,”ujar Deyessi. (rob)